Apa kamu pernah mendengar nama Ibnu Battuta? Pada edisi Ramadhan kali ini saya akan membahas tentang penjelajah muslim dunia yang ternyata lebih tangguh dibanding penjelajah eropa yang dibangga banggakan oleh bangsa barat Christopher Columbus.
Mungkin bagi anda nama Ibnu Battuta tampak asing karna di pelajaran sejarah nama Christopher Columbus yang dibahas. Tapi kenyataannya Ibnu Battuta lebih tangguh dibanding Christopher Columbus. Ibnu Battuta mampu mengarungi lautan dan menjelajahi daratan sepanjang 73 ribu mil atau sama dengan sejauh 117 ribu kilometer yang melebihi pancapaian Marco Polo. Sungguh pencapaian yang luar biasa.
Dan tahukah anda bahwa Ibnu Battuta telah berlayar lebih dulu 125 tahun dibanding penjelajah dunia yang terkenal seperti Christopher Columbus, Vasco da Gama, Ferdinan Magellan, Fransisco Pizarro, Hernando Cortes dan lain sebagainya.
Seorang sejarawan terkenal asal Brockelman sungguh mengagumi ketangguhan dan ketangkasan sang pengembara Muslim itu.
Lalu tahukah anda siapakah pengembara tangguh bernama Ibnu Battuta itu? Pria tersebut bernama lengkap Muhammad bin Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim At-Tanji, yang bergelar Syamsuddin bin Battuta yang lahir pada 25 Februari 1304. Sejak kecil dia telah dibesarkan dalam keluarga yang sangat taat dan menjaga tradisi Islam.
Selama menjelajahi dunia dia telah menyiapkan buku catatan yang didiktekan kepada seorang penulis dan sejarawan asal Andalusia bernama Ibnu Juzay untuk menggambarkan dengan detail keunikan, keindahan, cerita dan informasi dari tempat tempat yang dikunjunginya. Dan sekarang buku tersebut diterjemahkan dari bahasa arab ke bahasa inggris yang diberi judul The Travel of Ibn Battuta in the Near East, Asia and Africa 1325-1354.
Selama kurang lebih 30 tahun, dia telah mengunjungi 3 benua mulai dari Afrika Utara, Afrika Barat, Eropa Selatan, Eropa Timur, Timur Tengah, India, Asia Tengah, Asia Tenggara, dan Cina. Pada saat itu dia pernah terdampar di Samudera Pasai yaitu kerajaan Islam pertama di Indonesia pada abad ke-13 M. Dan dalam perjalanannya tersebut, dia melukiskan Samudera Pasai dengan begitu indah. "Negeri yang hijau dengan kota pelabuhannya yang besar dan indah," tuturnya berdecak kagum. Kedatamgannya tersebut disambut hangat oleh para ulama dan pejabat Samudera Pasai. Menurutnya Samudera Pasai tersebut telah menjelma sebagai pusat studi Islam di Asia Tenggara.
Selama dia menjelajah sudah banyak tempat yang dikunjunginya dan sudah banyak peninggi dan pejabat yang mengenalnya. Sebagai bentuk kehormatan atas dedikasinya itu, International Astronomy Union (IAU) mengabadikan Ibnu Battuta menjadi nama salah satu kawah bulan.
Selain itu namanya juga diabadikan menjadi nama disebuah mal atau pusat perbelanjaan bernama Battuta Mall di kota Dubai.
Selain itu namanya juga diabadikan menjadi nama disebuah mal atau pusat perbelanjaan bernama Battuta Mall di kota Dubai.
Itulah sejarah singkat tentang Ibnu Battuta. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar